Berharga di Mata Tuhan

Yesaya 43 : 1 : 4 Induk burung bersama lima ekor anaknya tinggal di sebuah hutan pinus yang indah di pinggir sebuah desa. Sang induk sangat mengasihi anak-anaknya. Setiap hari ia sibuk mencari makanan, terbang kesana-kesini untuk mendapatkan cacing bagi anak-anaknya. Pada suatu hari hutan pinus terbakar. Setiap orang di desa menyelamatkan diri. Dari jauh mereka mendengar teriakan anak anak burung yang sedang ketakutan dan panik. Si induk yang sedang mencari cacing juga mendengar teriakan anak-anaknya. Ia langsung melejit terbang kesarangnya. Ia menerobos api yang berkobar kemana-mana. Lalu merentangkan sayapnya ke atas sarangnya untuk melindungi anak-anaknya yang sangat berharga itu. Tak lama kemudian api membakar habis pohon pinus sampai tumbang. Ketika api telah padam orang orang desa bergegas melihat keadaan burung-burung itu. Mereka terkejut melihat kelima anak burung masih hidup di tengah kedahsyatan api. Tetapi induk burung hangus terbakar menjadi debu. Ia memberikan nyawanya untuk anak anak yang sangat berharga baginya. Nabi Deutero Yesaya mengungkapkan bahwa bahwa israel sangat berharga di mata Tuhan karena ia menciptakan, membentuk dan menjadikan mereka. Sekalipun mereka acapkali memberontak namun kasih Tuhan lebih besar dari pemberontakan umat-Nya. Dalam pergumulan berat di babel, nabi memberitakan agar mereka tidak takut sebab Allah menudungi mereka dengan kuasa-Nya sehingga mara bahaya tidak akan mengancam mereka. Kasih Allah akan nyata bagi mereka melalui janji-Nya : Allah akan menebus israel dari babel (ayat 1-4) dan ia akan membawa mereka pulang (ayat 5-7) Kita sangat berharga dimata Tuhan. Ia telah menebus kita melalui pengorbanan kristus. Kebangkitan kristus mengisyaratkan agar kita tidak perlu takut menjalani hidup karna Ia menudungi, melindungi kita. Respon kita atas penebusan Tuhan adalah mari muliakan Tuhan dengan tubuh kita (bd I kor 6 :20) (dikutib dari SBU)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar